Menjelang akhir semester ganjl hingga semester genap, semua sekolah dan siswa di jenjang akhir selalu sibuk dengan persiapan menghadapi ujian akhir sekolah. Di beberapa sekolah malah selalu rutin mengagendakan kegiatan tambahan pelajaran khusus atau kegiatan do'a bersama atau kegiatan membangun motivasi siswa.
Buat adik-adik yang siap-siap menghadapi ujian akhir, saya mempunyai beberapa tulisan nih...semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi menjadi lebih baik!
Sebelum kita siap dengan pelaksanaan ujian, kita perlu menyiapkan dulu jawaban dari beberapa pertanyaan berikut...
1. Apa yang menjadi tujuan kita?; misal ingin lulus, ingin punya nilai 10, ingin jadi juara kelas, ingin diterima di sekolah favorit, dll.
2. Apa manfaatnya kalo kita mencapai tujuan itu?; membahagiakan orang tua, membahagiakan guru kita, kepuasan sendiri, dll
3. Apa akibatnya kalo tujuan kita tidak tercapai?; mengecewakan orang tua, mengecewakan guru, sedih, malu, tidak lulus, dll
4. Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan itu?:...
Nah sekarang, kita mencoba menjawab pertanyaan keempat:
Untuk mencapai tujuan apapun termasuk belajar, menurut beberapa sumber yang saya ringkas antara lain:
1. Niat yang tulus dan sungguh-sungguh
2. Berusaha dengan gigih, katanya Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak berusaha untuk mengubahnya.
3. Berdo'a kepada Tuhan, karena Tuhan yang maha segalanya terhadap takdir kita.
4. Mengharap Ridhlo/Perkenan Tuhan, melalui ridho orang tua.
5. Tawakkal atau berserah diri kepada-NYA, karena apapun yang telah diberikan Tuhan kepada kita adalah yang terbaik bagi kita.
Semoga Tuhan memberikan ridloNYA!
Adapun tips belajar menurut sumber disebutkan:
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
2. Membaca adalah kunci belajar
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
4. Hapalkan kata-kata kunci
5. Pilih waktu belajar yang tepat
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
7. Bentuk Kelompok Belajar
8. Latih sendiri kemampuan kita
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
10. Sediakan waktu untuk istirahat
Selamat Belajar! Semoga sukses dapat kita raih! Amien!
This blog is about teacher problem and solution and everything about us, the improvement Teaching Learning, about Teaching Learning Strategy, Problem Based Learning, Lesson Study, Classroom Action Research, Best practices in educational development and etc. Kumpulan Link Pendidikan, Animasi Pembelajaran IPA, Fisika, Kimia, Biologi dan Link Kesehatan. Curhat, cerita, pengalaman Guru, dll
17 Desember 2009
Kiat Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Saya tertarik dengan tulisan di sini tentang 7 KIAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ. Berikut ini kutipan ringkasannya:
Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres. Yang juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.
Ada 7 ketrampilan yang harus kita perhatikan dan layak kita coba:
* Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.
* Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
* Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu mencapai kesuksesan.
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.
Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.
* Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati--adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.
Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.
* Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.
* Mengelola emosi orang lain
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.
Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.
* Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.
Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.
Thanks sumber, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat! Amien.
Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres. Yang juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.
Ada 7 ketrampilan yang harus kita perhatikan dan layak kita coba:
* Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.
* Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
* Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu mencapai kesuksesan.
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.
Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.
* Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati--adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.
Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.
* Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.
* Mengelola emosi orang lain
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.
Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.
* Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.
Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.
Thanks sumber, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat! Amien.
4 Desember 2009
Siap UNAS dan UASBN 2010
Terjawab sudah pertanyaan kita tentang pelaksanaan UNAS 2010. Mendiknas telah memberikan kebijakan agar UNAS 2010 segera dipersiapkan untuk dilaksanakan. Alhamdulillah, berarti UNAS 2010 telah diperoleh keputusan untuk dilaksanakan. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 75 TAHUN 2009 TENTANG SKL UNAS 2010 untuk UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH(SMP/MTs), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)TAHUN PELAJARAN 2009/2010 dapat diDownload di sini. Adapun yang Permen nomor 74 tahun 2009 untuk SD/SDLB/MI sederajat, dapat di Download di sini!
Selamat Berjuang Rekan-rekan guru yang membelajarkan siswa untuk menyiapkan diri menghadapi UNAS dan UASBN 2010.
Selamat berjuang semua siswa yang akan menempuh Ujian, semoga semua sukses dan berhasil! Amien
Selamat Berjuang Rekan-rekan guru yang membelajarkan siswa untuk menyiapkan diri menghadapi UNAS dan UASBN 2010.
Selamat berjuang semua siswa yang akan menempuh Ujian, semoga semua sukses dan berhasil! Amien
28 November 2009
UASBN 2010
Belakangan di media marak pemberitaan tentang UNAS yang ditiadakan. Bagimana kita menyikapinya?
Menurut saya nih, kayaknya lebih baik lembaga siap aja kalo UNAS tetap ada, soalnya pelaksanaan Ujian Akhir kan tinggal beberapa bulan lagi... ya kan? Jadi kalo memang UNAS tidak ada tidak menjadi masalah di lembaga, tetapi kalo memang tetap ada lembaga, siswa dan orang tua sudah siap. Ya, kita menunggu saja hasil keputusan BSNP.
Nah muncul pertanyaan baru nih, saya kan di SD! bagaimana dengan UASBN 2010? apakah ikut keputusan UNAS? Kalo menurut saya, sikap kita sama yaitu tetapjuga menyiapkan ada UASBN. Toh SKL UASBN 2010 juga telah ditetapkan melalui Permendiknas Nomor 74 tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI/SDLB tahun pelajaran 2009/2010. Dapat download di sini!
Semoga apapun keputusan pemerintah, menjadi keputusan terbaik untuk dilaksanakan dan yang terbaik bagi anak-anak kita!
Menurut saya nih, kayaknya lebih baik lembaga siap aja kalo UNAS tetap ada, soalnya pelaksanaan Ujian Akhir kan tinggal beberapa bulan lagi... ya kan? Jadi kalo memang UNAS tidak ada tidak menjadi masalah di lembaga, tetapi kalo memang tetap ada lembaga, siswa dan orang tua sudah siap. Ya, kita menunggu saja hasil keputusan BSNP.
Nah muncul pertanyaan baru nih, saya kan di SD! bagaimana dengan UASBN 2010? apakah ikut keputusan UNAS? Kalo menurut saya, sikap kita sama yaitu tetapjuga menyiapkan ada UASBN. Toh SKL UASBN 2010 juga telah ditetapkan melalui Permendiknas Nomor 74 tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI/SDLB tahun pelajaran 2009/2010. Dapat download di sini!
Semoga apapun keputusan pemerintah, menjadi keputusan terbaik untuk dilaksanakan dan yang terbaik bagi anak-anak kita!
22 Oktober 2009
Pertanian Organik dari Lawang Malang
Jawa Pos Radar Malang edisi Kamis, 22 Oktober 2009 menuliskan tentang Suroto, Penggerak Komunitas Petani Organik di Lawang, Awalnya Dianggap gila, Kini Jadi Jujugan Peneliti. Karena saya tertarik dengan topik itu, maka saya coba berbagi dengan pembaca dalam bentuk ringkasan.
Adalah Pak Suroto, Pak Sutarji, Pak Buang, Pak Supi'i, dan Pak Mistono, yang menjadi pioner pertanian organik di Desa Sumberngepoh Kecamatan Lawang. Bermula dari mahalnya harga pupuk kimia, beliau mengembangkan pertanian organik di desanya. Contoh pola organik yang beliau terapkan antara lain:
Pestisida Alami dari Dedaunan.
1. Anti hama walang sangit : digunakan segenggam daun sirsat, 1 ons rimpang dringu, dan 8 siung bawang putih. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk, lalu dicampur dengan 15 liter air dan selanjutnya disimpan selama 15 hari. Empat liter hasil fermentasi bahan tersebut dapat digunakan untuk 1 hektar lahan.
2. Anti hama sundep atau pengerat batang : digunakan bahan yang sama dengan anti walang sangit ditambahkan dengan 1 ons tembakau. Proses pembuatan sama dengan pestisida anti hama walang sangit.
3. Anti hama tikus : digunakan gadung. Ada gadung racun untuk mematikan dan gadung KB (Keluarga Berencana) untuk membuat tikus mandul. Sayangnya proses pembuatannya tidak ditulis nih...
Karena kesuksesannya, komunitas petani organik ini sering menjadi jujugan penelitian dari dalam dan luar negeri. Diantaranya India, Jerman, dan Jepang.
Tertarik dengan pertanian organik versi Pak Suroto dkk, main yuk ke Desa Sumberngepoh Lawang...
Salam Satu Jiwa
Adalah Pak Suroto, Pak Sutarji, Pak Buang, Pak Supi'i, dan Pak Mistono, yang menjadi pioner pertanian organik di Desa Sumberngepoh Kecamatan Lawang. Bermula dari mahalnya harga pupuk kimia, beliau mengembangkan pertanian organik di desanya. Contoh pola organik yang beliau terapkan antara lain:
Pestisida Alami dari Dedaunan.
1. Anti hama walang sangit : digunakan segenggam daun sirsat, 1 ons rimpang dringu, dan 8 siung bawang putih. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk, lalu dicampur dengan 15 liter air dan selanjutnya disimpan selama 15 hari. Empat liter hasil fermentasi bahan tersebut dapat digunakan untuk 1 hektar lahan.
2. Anti hama sundep atau pengerat batang : digunakan bahan yang sama dengan anti walang sangit ditambahkan dengan 1 ons tembakau. Proses pembuatan sama dengan pestisida anti hama walang sangit.
3. Anti hama tikus : digunakan gadung. Ada gadung racun untuk mematikan dan gadung KB (Keluarga Berencana) untuk membuat tikus mandul. Sayangnya proses pembuatannya tidak ditulis nih...
Karena kesuksesannya, komunitas petani organik ini sering menjadi jujugan penelitian dari dalam dan luar negeri. Diantaranya India, Jerman, dan Jepang.
Tertarik dengan pertanian organik versi Pak Suroto dkk, main yuk ke Desa Sumberngepoh Lawang...
Salam Satu Jiwa
13 Oktober 2009
Download Powerpoint Materi Pembelajaran Biologi
Saya coba-coba nich upload beberapa file materi pembelajaran saya yang sederhana dan perlu disempurnakan pada materi IPA terutama Biologi, mungkin dapat digunakan di SMP atau SD/MI, semoga bermanfaat! Klik pada link berikut:
Selamat Belajar!
Support by http://www.ziddu.com/
- Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
- Cara Reproduksi Makhluk Hidup (part1, part2, part3, part4, dan part5)
- Rekayasa Reproduksi (part1 dan part2)
- Pewarisan Sifat
Selamat Belajar!
Support by http://www.ziddu.com/
10 Oktober 2009
Pembinaan Profesi Guru melalui KKG
Menurut http://yulianti200784.blogspot.com/2009/05/meningkatkan-profesional-guru-melalui.html
KKG sebagai kelompok kerja seluruh guru dalam satu gugus, pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru yang lebih kecil, yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas, dan kelompok kerja guru berdasarkan atas mata pelajaran. Untuk itu KKG memiliki tujuan, (1) memfasilitasi kegiatan yang dilakukan di pusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru, (2) memberikan bantuan profesional kepada para guru kelas dan mata pelajaran di sekolah, (3) meningkatkan pemahaman, keilmuan, keterampilan serta pengembangan sikap profesional berdasarkan kekeluargaan dan saling mengisi (sharing), (4) meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan (Pakem).
Melalui KKG dapat dikembangkan beberapa kemampuan dan keterampilan mengajar, seperti yang di ungkapkan Turney (Abin, 2006), bahwa keterampilan mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap kualitas pembelajaran di antaranya; keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan.
Berikut hasil penelitian tentang
Pembinaan Profesional Guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus III SD No. 14 Gurun Lawas Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, dari http://one.indoskripsi.com/..semoga dapat kita jadikan bahan pembelajaran!
...Pembahasan...
Pada bagian pembahasan ini akan dianalisa tentang pelaksanaan Kegiatan KKG dan aspek pembinaan Profesional yang diberikan dalam pelaksanaan KKG.
1. Pelaksanaan KKG.
a. Jadwal Pelaksanaan KKG.
... Mengenai penyusunan Jadwal KKG yang disusun oleh peraangkat gugus, dari hasil obeservasi dan wawancara yang dilakukan. Didapat gambaran bahwa, jadwal KKG disusun oleh perangkat Gugus tanpa dimusyawarahkan dengan guru selaku peserta KKG. dst...
b. Partisipasi Peserta KKG
...Berdasarkan itulah guru sebagai peserta KKG dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan KKG. Karena dengan keaaktifan guru tersebut menjadikan segala hal permasalahan yang mereka hadapi di kelas ataupun segala hal yang tidak mereka pahami dalam pelaksanaan KKG dapat dibahas secara bersama...
c. Narasumber Dalam Pelaksanaan KKG.
...Dalam pedoman pelaksanaan Sistem Pembinaan profesional Guru Sekolah Dasar, menjelaskan bahwa unsur-unsur ketenagaan Sistem Pembinaan profesional Seperti pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor berperan serta dalam mengelola organisasi Gugus termasuk memberikan pembinaan dalam kegiatan KKG. dst...
...
d. Pendanaan Kegiatan KKG
...Perangkat Gugus juga mengakui keterbatasan alokasi dana untuk pelaksanaan KKG. Sudah seharusnya pihak pihak terkait memperhatikan kebutuhan pendanaan untuk pelaksanaan KKG ini, karena KKG merupakan salah satu wadah untuk menjadikan Guru Sekolah Dasar lebih profesional.
2. Aspek Pembinaan Profesional Dalam Kegiatan KKG.
A. Penguasaan Kurikulum.
B. Penguasaan Materi
C. Penguasaan Metoda dan Teknik Evaluasi.
D. Komitmen Guru Terhadap Tugas.
E. Disiplin Dalam Arti Luas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Gugus III SD 14 Gurun Lawas mengenai pembinaan profesional melalui kegiatan KKG , peneliti dapat mengambil kesimpulan, yakni sebagai berikut.
1. Pelaksanan KKG di Gugus III SD No. 14 Gurun Lawas yang diadakan dua kali dalam sebulan dinilai kurang dan tidak sesuai dengan pedoman Dirjen pendidikan dasar yang mengharuskan pelaksanaan KKG minimal sekali dalam seminggu
2. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKG, tingkat keaktifan guru amatlah rendah. Padahal salah satu tujuan KKG adalah sebagai wadah untuk memecahkan segala permasalahan yang ditemui guru di kelas.
3. Narasumber dalam pelaksanaan KKG diberdayakan dari perangkat Gugus yang terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor yang tergabung dalam satu Gugus, sehingga penyajian materi dalam pelaksanaan KKG lebih mudah dilakukan karena narasumber lebih mengenal karakteristik peserta KKG.
4. Untuk memonitoring penerapan hasil pelaksanaan KKG, diadakan Supervisi Silang oleh Kepala Sekolah yang tergabung dalam lingkup Gugus.
5. Anggaran dana bagi pelaksanaan KKG bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran dana yang diberikan dinilai tidak mencukupi untuk pelaksanaan KKG, sehingga Perangkat Gugus terpaksa memaksimalkan dana yang tersedia untuk pelaksanaan KKG dengan segala keterbatasan yang ada
6. Pembinaan profesional yang diberikan dalam pelaksanaan KKG hanya terbatas kepada aspek peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan aspek pembinaan mengenai Komitmen guru dan peningkatan disiplin tidak menjadi kajian utama.
B. Saran.
Berdasarkan temuan penelitian yang peneliti lakukan di Gugus III SD 14 Gurun Lawas mengenai Pembinaan Profesional melalui kegiatan KKG. Maka peneliti ingin menyampaikan beberapa sumbang saran kepada pihak yang terkait, antara lain:
1. Sebaiknya Kuantitas pelaksanaan KKG ditingkatkan sesuai dengan aturan minimal yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Dikarenakan salah satu tujuan KKG untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru di kelas, hendaknya guru berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKG.
3. Alokasi dana untuk pelaksanaan KKG hendaknya rancang ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari pelaksanaan KKG.
4. Sebaiknya 5 kemampuan dasar bagi guru profesional yang ditetapkan oleh Dirjen Dikdasmen, menjadi fokus utama dalam kegiatan KKG.
Secara lengkap baca di http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/skripsi-lainnya/pembinaan-profesional-guru-melalui-kelompok-kerja-guru-kkg-di-gugus-iii-sd-no-14-gurun-lawas-ke
terima kasih http://one.indoskripsi.com dan http://yulianti200784.blogspot.com/
KKG sebagai kelompok kerja seluruh guru dalam satu gugus, pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru yang lebih kecil, yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas, dan kelompok kerja guru berdasarkan atas mata pelajaran. Untuk itu KKG memiliki tujuan, (1) memfasilitasi kegiatan yang dilakukan di pusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru, (2) memberikan bantuan profesional kepada para guru kelas dan mata pelajaran di sekolah, (3) meningkatkan pemahaman, keilmuan, keterampilan serta pengembangan sikap profesional berdasarkan kekeluargaan dan saling mengisi (sharing), (4) meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan (Pakem).
Melalui KKG dapat dikembangkan beberapa kemampuan dan keterampilan mengajar, seperti yang di ungkapkan Turney (Abin, 2006), bahwa keterampilan mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap kualitas pembelajaran di antaranya; keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan.
Berikut hasil penelitian tentang
Pembinaan Profesional Guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus III SD No. 14 Gurun Lawas Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, dari http://one.indoskripsi.com/..semoga dapat kita jadikan bahan pembelajaran!
...Pembahasan...
Pada bagian pembahasan ini akan dianalisa tentang pelaksanaan Kegiatan KKG dan aspek pembinaan Profesional yang diberikan dalam pelaksanaan KKG.
1. Pelaksanaan KKG.
a. Jadwal Pelaksanaan KKG.
... Mengenai penyusunan Jadwal KKG yang disusun oleh peraangkat gugus, dari hasil obeservasi dan wawancara yang dilakukan. Didapat gambaran bahwa, jadwal KKG disusun oleh perangkat Gugus tanpa dimusyawarahkan dengan guru selaku peserta KKG. dst...
b. Partisipasi Peserta KKG
...Berdasarkan itulah guru sebagai peserta KKG dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan KKG. Karena dengan keaaktifan guru tersebut menjadikan segala hal permasalahan yang mereka hadapi di kelas ataupun segala hal yang tidak mereka pahami dalam pelaksanaan KKG dapat dibahas secara bersama...
c. Narasumber Dalam Pelaksanaan KKG.
...Dalam pedoman pelaksanaan Sistem Pembinaan profesional Guru Sekolah Dasar, menjelaskan bahwa unsur-unsur ketenagaan Sistem Pembinaan profesional Seperti pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor berperan serta dalam mengelola organisasi Gugus termasuk memberikan pembinaan dalam kegiatan KKG. dst...
...
d. Pendanaan Kegiatan KKG
...Perangkat Gugus juga mengakui keterbatasan alokasi dana untuk pelaksanaan KKG. Sudah seharusnya pihak pihak terkait memperhatikan kebutuhan pendanaan untuk pelaksanaan KKG ini, karena KKG merupakan salah satu wadah untuk menjadikan Guru Sekolah Dasar lebih profesional.
2. Aspek Pembinaan Profesional Dalam Kegiatan KKG.
A. Penguasaan Kurikulum.
B. Penguasaan Materi
C. Penguasaan Metoda dan Teknik Evaluasi.
D. Komitmen Guru Terhadap Tugas.
E. Disiplin Dalam Arti Luas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Gugus III SD 14 Gurun Lawas mengenai pembinaan profesional melalui kegiatan KKG , peneliti dapat mengambil kesimpulan, yakni sebagai berikut.
1. Pelaksanan KKG di Gugus III SD No. 14 Gurun Lawas yang diadakan dua kali dalam sebulan dinilai kurang dan tidak sesuai dengan pedoman Dirjen pendidikan dasar yang mengharuskan pelaksanaan KKG minimal sekali dalam seminggu
2. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKG, tingkat keaktifan guru amatlah rendah. Padahal salah satu tujuan KKG adalah sebagai wadah untuk memecahkan segala permasalahan yang ditemui guru di kelas.
3. Narasumber dalam pelaksanaan KKG diberdayakan dari perangkat Gugus yang terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor yang tergabung dalam satu Gugus, sehingga penyajian materi dalam pelaksanaan KKG lebih mudah dilakukan karena narasumber lebih mengenal karakteristik peserta KKG.
4. Untuk memonitoring penerapan hasil pelaksanaan KKG, diadakan Supervisi Silang oleh Kepala Sekolah yang tergabung dalam lingkup Gugus.
5. Anggaran dana bagi pelaksanaan KKG bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran dana yang diberikan dinilai tidak mencukupi untuk pelaksanaan KKG, sehingga Perangkat Gugus terpaksa memaksimalkan dana yang tersedia untuk pelaksanaan KKG dengan segala keterbatasan yang ada
6. Pembinaan profesional yang diberikan dalam pelaksanaan KKG hanya terbatas kepada aspek peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan aspek pembinaan mengenai Komitmen guru dan peningkatan disiplin tidak menjadi kajian utama.
B. Saran.
Berdasarkan temuan penelitian yang peneliti lakukan di Gugus III SD 14 Gurun Lawas mengenai Pembinaan Profesional melalui kegiatan KKG. Maka peneliti ingin menyampaikan beberapa sumbang saran kepada pihak yang terkait, antara lain:
1. Sebaiknya Kuantitas pelaksanaan KKG ditingkatkan sesuai dengan aturan minimal yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Dikarenakan salah satu tujuan KKG untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru di kelas, hendaknya guru berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKG.
3. Alokasi dana untuk pelaksanaan KKG hendaknya rancang ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari pelaksanaan KKG.
4. Sebaiknya 5 kemampuan dasar bagi guru profesional yang ditetapkan oleh Dirjen Dikdasmen, menjadi fokus utama dalam kegiatan KKG.
Secara lengkap baca di http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/skripsi-lainnya/pembinaan-profesional-guru-melalui-kelompok-kerja-guru-kkg-di-gugus-iii-sd-no-14-gurun-lawas-ke
terima kasih http://one.indoskripsi.com dan http://yulianti200784.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
Program PKP berbasis Zonasi
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi Dalam beberapa bulan terakhir, banyak guru dari SD dan SMP yg mengikuti Peningkatan K...
-
Ujian Nasional Sekolah Dasar dan Lanjutan telah di depan mata. Persiapan demi persiapan telah dilakukan oleh sekolah, orang tua, dan lembag...
-
Dampak teknologi dalam reproduksi bagi Lingkungan dan Masyarakat Teknologi reproduksi yang dikembangkan oleh manusia antara lain hibridisasi...
-
Hasil kegiatan Workshop Pengimbasan / On Service Learning oleh Pengawas Bina (Pak Zainullah dan Pak Totok) Pembelajaran bernuansa PAIKEM/P...