5 Januari 2016

Maaf, Blog Diganggu

Salam kepada Para Pembaca
Berhubung blog saya ada yang usilin dengan menutup halaman posting saya dengan posting yang tidak saya harapkan, maka saya tidak aktif dulu sampai dengan mendapat solusi untuk menghilangkan posting pengganggu tersebut.
mungkin ada diantara pembaca yang dapat membeerikan solusi, terima kasih.
Salam

25 Februari 2015

Puisi Lingkungan

Lingkunganku untuk Sekarang dan Nanti
By Agus Wahyudi

Fajar terbit menyambut hari
Pertanda Tuhan memutar Bumi
Embun perlahan kian menepi
Memberi harapan makhluk di bumi
Udara sejuk mengalir tiada tepi,
Air menunjukkan pesonanya tanpa henti,
Bumi tempat berpijak untuk mengabdi,
Ketulusan hati menjadi energi,
Ibarat paket Tuhan bagi diri
Memberi kehidupan nyaman nan asri.
Tuhan telah dan akan menetapkan janji
Bagi makhlukNYA yang memelihara Bumi
Mempertahankan lingkungan agar lestari
Dapat dinikmati untuk esok hari
Demi kenyamanan hidup penerus generasi

Salam Hijau Lestari  25022015 - gswahyudi@gmail.com

16 Agustus 2014

Coretan Renungan Pendidikan pada Ulang Tahun Negaraku Indonesia

Sahabat blogger...
Salam kemerdekaan Indonesia... MERDEKA...MERDEKA...MERDEKA....
Pada tanggal-tanggal ini di berbagai daerah dan juga sekolah banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut datangnya tanggal 17 Agustus.
Tanggal 17 Agustus merupakan tanggal yang sangat bersejarah bagi sebuah negara "Indonesia". Di tengah hirup pikuk permasalahan yang ada di negara kita saat ini, mulai hasil pilpres 2014, menanggapi sambutan Bapak Presiden, permasalah isu SARA, permasalahan ISIS, perkelahian pelajar, pelecehan "seksual", maraknya sosial media yang kadang memberikan kontribusi negatif terhadap generasi muda kita, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan yang lain.
Ada hal penting yang harus tetap kita renungkan, pikirkan dan rencanakan untuk masa yang akan datang, yaitu dari sudut pandang kami yang hingga saat ini masih menjadi pendidik.
1. Sebagian potret pendidikan hingga saat ini (gambar dari sumber di bawah ini)
http://www.islampos.com/potret-buram-pendidikan-indonesia-41139/bocah-seberangi-sungai2/ 
http://gea.itb.ac.id/2013/05/03/potret-pendidikan-di-negeri-yang-katanya-sudah-merdeka/
http://wahyuewulandarie.blogspot.com/2013/03/memburuknya-wajah-pendidikan-di.html
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/13/-potret-pendidikan-banten-dulu-kelas-ini-malah-seperti-kandang-kerbau-618943.html
http://kafilahtauhid.wordpress.com/2014/05/30/potret-buram-pendidikan-anak-modern/
http://mimanusaci.wordpress.com/2012/05/27/salah-satu-sisi-potret-pendidikan-di-indonesia-ditengah-canangan-pendidikan-karakter-bangsa/

bocah seberangi sungai2 300x200 bocah seberangi sungai2 Untitled-5  13869079591615263810  

Atau sebagian potret pendidikan yang lain hingga saat ini (gambar dari sumber di bawah ini)
http://www.boalemokab.go.id/id/berita-220-bupati--wabup-sambut-jawara-lpi-2014.html
http://williambudiman.com/2014/05/13/berkaca-dari-finlandia-penghasil-sistem-pendidikan-terbaik-dunia/

 Quote SB - indikasi kesuksesan pendidikan
Atau sekolah-sekolah dan daerah lain dengan perhatian fasilitas pendidikan yang memadai.

Merupakan sebagian kecil dari potret pendidikan hingga tahun 2014 ini.

2. Apa yang harus kita upayakan dan lakukan?
Sebagai pendidik, kita mempunyai upaya besar untuk semaksimal mungkin menjadikan generasi kita menjadi generasi yang capable dan competitive. Usaha  besar itu akan membuahkan hasil apabila semua sistem pendukungnya solid dan mempunyai visi yang sama. Diantara komponen pendukungnya, menurut penulis adalah:
a. Orang tua; merupakan pendukung utama. Karena pada hakikatnya yang bertanggungjawab mendidik adalah orang tua, terutama ibu. Kualitas anak terutama dari sisi karakter banyak ditentukan oleh bagaimana orang tua mendidiknya.
b. Sekolah; merupakan lingkungan penyedia layanan pendidikan baik sekolah pemerintah maupun swasta. sekolah menjadi tangan pemerintah adalah melaksanakan misi pendidikan, karena sekolah sebagai pelaksana kurikulum pusat yang ditetapkan. Tiap sekolah juga memiliki visi dan misi demi mendukung keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan nasional sesuai dengan ciri khas setiap sekolah.
c. Pemerintah; sebagai penentu arah pendidikan nasional, yang bertanggung jawab dalam menentukan tujuan pendidikan nasional, menentukan kurikulum, dan mendukung implementasinya di sekolah, menentukan bentuk evaluasinya, serta mensupport penyediaan layanan pendidikan secara nasional atau daerah.
d. Masyarakat; sebagai lingkungan pendidikan yang sering tidak menyadari fungsi keberadaannya bagi kepentingan pendidikan. Masyarakat perlu menyadari arti pentingnya bagi keberhasilan pendidikan.

Mudah-mudahan dengan sinergi semua komponen pendidikan tersebut, Indonesia sebagai negara dengan luas dan keberagaman wilayahnya akan menjadi bangsa yang terdidik dan mampu bersaing secara nasional di tingkat global.

Agar upaya itu dapat terarah dan berhasil, tentunya bukan hal yang sederhana dengan tingkat kompleksitas permasalahan yang ada. Hal sederhana yang mungkin dapat kita lakukan, menurut keterbatasan penulis  adalah...
1. Sebagai Pelajar; Ayo menjadi pelajar yang tangguh untuk belajar. karena kita belajar sekarang ini dengan segala kesulitannya, masih lebih layak daripada masa-masa para pejuang untuk dapat bersekolah dengan layak.
2. Sebagai Pendidik; Ayo menjadi Guru yang Mendidik. Guru yang tidak sekedar mengajar tapi mempunyai semangat untuk mendidik dan membelajarkan generasi agar siap dengan tangguh bersaing pada jamannya. Pendidik yang tidak merasa selalu yang paling benar dan sanggup untuk menjadi pendidik yang berbudaya Indonesia. Mengingat pendidik sekarang hanya meneruskan pejuang pendidikan masa lalu yang telah berjuang mendidik dan berjuang demi kemerdekaan.
3. Sebagai Pengawas; Ayo menjadi pengawas yang sanggup bersinergi positif dengan pendidik dan sekolah dalam mendukung tercapainya semangat mendidik berkemajuan dan berbudaya Indonesia. Pengawas yang dengan tepat melaksanakan tupoksinya dengan menghargai karakter dan ciri khas sekolah masing-masing.
4. Pemerintah; Menjadi motor semangat yang membakar bagi para pendidik untuk memberikan kontribusi bagi peserta didik dalam menyongsong masa depannya.
5. Orang tua; Ayo menjadi orang tua yang mendidik dengan memberikan pendidikan kepada anak secara proporsional dan bertanggungjawab. Anak hidup untuk masa yang akan datang, bukan hidup untuk menjalankan keinginan orang tua yang tidak tercapai.
6. Sebagai apapun profesi kita; Ayo bersemangat untuk menjalankan profesi kita masing-masing dengan bertanggung jawab, mengingat kita menjadi bagian dari masyarakat yang mempunyai peran sebagai lingkungan pendidikan juga. So, kita tidak akan saling menyalahkan ketika ada permasalahan pendidikan di sekitar kita, karena kita mempunyai tanggung jawab yang sama hanya dengan cara dan tempat yang berbeda.

Demikian coretan penulis, jika ada kata yang tidak senonoh dan tidak berkenan, penulis memohon maaf kepada semua pembaca yang budiman.
Bravo pendidikan yang berbudaya dan kompetitif .....
Bravo negaraku Indonesia....
Semangatlah semua......
Move on to be great.......
MERDEKA ...MERDEKA....MERDEKA...!

24 Februari 2014

Tetap Menjadi Guru yang Mendidik dan Bebudaya

Salam buat semua pembaca yang budiman!

Sebuah pepatah mengatakan bahwa "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari" adalah pepatah lama yang sering diperdengarkan oleh guru bahkan masyarakat pada umumnya. Tulisan singkat tersebut mampu menjadi inspirasi bagi guru agar dalam kesehariannya memperlihatkan perilaku yang patut ditiru oleh siswanya. Oleh karenanya, memang menjalankan profesi keguruan berbeda dengan profesi-profesi lainnya. Dalam menjalankan profesi keguruan, seorang guru hendaknya telah dibekali dengan segudang ilmu didaktik metodik pembelajaran. Bekal tersebut bukan hanya untuk kepentingan proses pembelajaran di dalam dan di luar kelas, namun lebih dari itu adalah untuk kepentingan mendidik anak bangsa. Tugas ini memang bukanlah tugas yang ringan, karena tantangan yang akan dihadapi anak-anak sekarang jauh lebih berat dibandingkan keadaan yang ada saat ini. Hal ini memerlukan guru yang mampu mendidik profesional untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depannya yang lebih kompetitif di era global. Guru tidak lagi dengan paradigma membelajarkan anak-anak seperti guru dulu diajar oleh gurunya waktu itu, akan tetapi menjadi guru inspiratif dan guru masa depan yang membelajarkan kepada anak-anak tentang how to learn, how to do, how to life together and how to face the world. Sehingga anak tidak hanya dibekali pengetahuan semata. Hal ini akan menjadi pilar pembelajaran kekinian yang berbasis akhlak sipiritual dan sosial, pengetahuan dan psikomotor, sehingga anak-anak dapat menjadi generasi yang cerdas spiritual, cerdas sosial emosional, cerdas intelektual, dan cerdas fisiknya.

So...untuk mencapai itu semua, tentunya juga diperlukan guru yang pendidik, yaitu guru visioner yang cerdas spiritual, cerdas sosial emosional, cerdas intelektual, dan cerdas fisiknya. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa memampukan dan menguatkan kita-para pendidik agar menjadi guru yang menjadi tangan Tuhan dalam mendidik generasi yang akan datang. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin...

Wassalam
Yuuk menjadi Guru yang mendidik dan inspiratif

10 Desember 2013

Kendala dan Upaya Solusi Kurikulum 2013


Bagaimana Kendala dan Solusi Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Sasaran.

Berikut ini sebagian dari kendala dan upaya solusi dari sekolah sasaran kurikulum 2013 jenjang sekolah dasar hingga menjelang akhir semester gasal 2013/2014, berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa teman di SD sasaran implementasi kurikulum 2013; (catatan, apa yang kami kemukakan bukan dengan tujuan untuk melemahkan, namun mari kita carikan solusi terbaik dari setiap permasalahan terkait dengan implementasi kurikulum 2013). Tuhan pasti akan menunjukkan kebenaran dan hasil terbaik dari upaya tulus kita dalam memperbaiki dan memajukan pendidikan dan pembelajaran di tempat kita masing-masing. Remember... mendidik dan membelajarkan adalah bentuk tugas mulia keTuhanan. Let's be the inspire teacher....

NO
ASPEK
KENDALA
SOLUSI
1
Perangkat awal
1.   Struktur kurikulum sekolah tidak sama tiap lembaga namun diminta seragam sesuai petunjuk pengawas
2.   RPP masih terpaku pada buku guru dan buku siswa
3.   Buku siswa berbasis kegiatan bukan indikator pembelajaran
1.   Upaya penyesuaian sesuai dengan perkembangan pemahaman tentang kurikulum 2013 (permendikbud nomor 67 dan 81A)
2.   Pelatihan dan pemantapan penyusunan perangkat pembelajaran agar guru menjadi kreatif
3.   Pengembangan indikator berdasarkan KD oleh guru
2
Pembelajaran
1.   Penerapan pendekatan saintifik pada beberapa guru yang paradigmanya “teacher center” tidak telaten
2.   Guru mengalami kesulitan dengan pendekatan berbasis saintifik (5M)
3.   Alokasi waktu dengan banyaknya tema kurang sesuai sehingga ada beberapa PB yang harus digabung dengan PB selanjutnya
4.   Penilaian proses pembelajaran yang tidak dapat tuntas dilakukan guru karena jumlah siswa yang melebihi SNP
5.   Muatan kebahasa Indonesiaan kurang dalam konten tidak terlalu banyak. Contoh: tentang sinonim, antonim, menyusun kalimat, dll 
1.   Penguatan pendekatan saintifik pada guru melalui KKG
2.   Guru perlu mendapatkan pelatihan secara kontinyu agar mahir mengimplementasikan 5M, karena 5M menunjang penguatan proses pembelajaran
3.   Menggunakan paket subtema dengan tidak terpaku pada PB
4.   Penilaian melalui penggolongan sesuai kemampuan siswa, tidak “person by person”
5.   Guru dituntut untuk kreatif mengembangkan materi dan proses pembelajaran bahasa Indonesia
3
Penilaian hasil belajar
1.   Belum jelasnya model raport pada awal-awal implementasi, bahkan hingga sekarang
2.   Khusus tentang penulisan raport semester, terdapat beberapa perbedaan pendapat antara Pengawas Sekolah dan sebagian Kepala Sekolah tentang penulisan deskripsi setiap penilaian
3.   Kemampuan guru dalam menyusun rubrik penilaian dan adanya penilaian subyektifitas guru
1.  Guru dan kepala sekolah berusaha sambil mempersiapkan macam-macam antisipasi penilaian
2.   Dengan adanya perbedaan tsb, maka sebagian sekolah akan mencetak sendiri format buku rapor yang lebih sesuai menurut sekolah
3.   Perlu pendampingan berkala dan pembimbingan dalam menyusun instrumen




24 Oktober 2013

Kabar Implementasi Kurikulum 2013

 Bagaimana Kabar Implementasi Kurikulum 2013 di Daerah?

Sahabat pembaca yang budiman!
Setelah tertatih-tatih menjadi sekolah sasaran yang melaksanakan kurikulum 2013, memang terdapat kendala2kendala di perjalanan. namun alhamdulillah semua dapat dilalui dengan kerjasama dan konsultasi, koordinasi yang baik deh...
Sobat pembaca... di post yang sekarang ini, saya ingin berbagai pengalaman sebagai sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013 jenjang sekolah dasar.

Sejak pertama diberlakukan di bulan Juli 2013, memang banyak sekolah sasaran yang masih bingung tentang bagaimana cara menatalaksanakannya, apalagi ketika kebijakan pemberlakuan kurikulum 2013 secara mandiri seperti di Kota Malang, Surabaya, atau beberapa kota yang lain.

Dalam rangka mempermudah dan mndapatkan bantuan pelaksanaan, saya tetap kerjasama dengan lembaga SD Plus Al-Kautsar Malang yang memang telah secara nyata melaksanakan pembelajaran tematik sejak tahun 2005an. Dengan kata lain karena dalam kurikulum 2013 pendekatan yang digunakan Tematik Integratif, maka yang telah melaksanakan tematik sejak lama tentulah lebih bisa berbagai dengan saya, apalagi Kepala Sekolah SD Plus Al-Kautsar merupakan Penulis Buku Tematik Kurikulum 2013. Sehingga saya sharing tentang upaya efektif implementasi kurikulum 2013 di sekolah saya.
Langkah yang telah saya ambil adalah;
  1. Melakukan sesuai dengan panduan dan pedoman implementasi yang diterbitkan LPMP
  2. Koordinasi dengan sekolah sasaran yang lain di kota Malang
  3. Koordinasi dengan pengawas bina sekolah dan pengawas pendamping.
  4. Sharing idea dan problem solving dengan praktisi langsung yg telah berpengalaman dalam pembelajaran tematik (SD Plus Al-Kautsar)
  5. Menyusun struktur kurikulum 2013 berikut dengan perangkatnya, terutama kurikulum muatan nasional, muatan daerah tk.I dan muatan kekhasan sekolah.
  6. Berdasarkan hasil workshop sekolah tentang perencanaan program sekolah tahun 2013/2014 dan Permendiknas nomor 81a tahun 2013, maka kurikulum SDN Blimbing 3 meliputi; a) Kurikulum nasional (mengikuti paket kurikulum nasional), b) kurikulum daerah berupa muatan lokal Bahasa Jawa, dan 3) Muatan sekolah meliputi muatan lokal (PLH, Bahasa Inggris), Kegiatan pengembangan diri berupa (TIK dan budaya baca, Baca Tulis AlQur'an dan Mengaji (kelas 1-3), pramuka dalam jam intrakurikuler (kelas 1-3), dan kegiatan-kegiatan ekstrakuler yang dilaksanakan hari sabtu. 
  7. Sosialisasi dan penguatan rencana implementasi kurikulum di sekolah, baik di tingkat guru maupun orang tua.
  8. Melaksanakan kurikulum sesuai dengan KTSP yang telah ditetapkan, dengan secara berkelanjutan melakukan diskusi problem solving dengan berbagai pihak dan diagendakan pertemuan rutin di tingkat sekolah.
  9. Berikut ini beberapa kendala dan upaya penyelesaiannya:
  • pola pembelajaran mengikuti buku guru dan siswa, berupa PB 1...PB 6, diselesaikan dlm setiap hari, ternyata tidak selalu berjalan mulus, karena ada kegiatan yg boleh jadi tidak tuntas dalam satu hari. solusi = dengan menggunakan sitem paket pembelajaran, dimana PB 1 - 6 dituntaskan dalam satu minggu, tanpa memperdulikan PB harian. karena menurut permendiknas nomor 81a, jumlah jam dalam pembelajaran tematik bersifat fleksibel. 
  • penatalaksanaan soal ulangan harian dan ulangan tengah semester; dipola dengan menggunakan sistem semi blok. Artinya soal yang dibuat menggunakan sistem distribusi berdasarkan jumlah indikator yang dipelajari. sehingga jumlah soal untuk tiap muatan/fokus pelajaran tematik, tidak selalu sama. Melalui cara ini, hasil tes dapat dilaporkan dalam paket tema maupun sesuai fokus pelajaran.
  • Pameran karya siswa yang sedianya dilaksanakan tiap selesai satu tema, disepakati dilaksanakan pada saat pembagian laporan sisipan
  • perihal bentuk format raport, memang hingga bulan oktober ini masih dalam "penggodogan" di pusat. Informasi terakhir, bahwa raport nanti hanya deskriptif saja. Sehingga, kami merencanakan tetap menggunakan raport lama untuk mewakili angka dan dapat juga menggunakan lampiran raport yang terpisah menggunakan print out, yang berisi capaian nilai kuantitatif hingga predikat.
  • ....
Prinsipnya:
  1. Kurikulum 2013 tetap KTSP yang juga memberikan kewenangan kepada sekolah untuk berinovasi sesuai dengan kebutuhan dan kekhasan satuan pendidikan.
  2. Memerlukan sekolah best practices tentang pembelajaran tematik yang telah berpengalaman melaksanakan pembelajaran tematik, dalam rangka upaya impelementasi seefektif mungkin tanpa mengurangi hak-hak siswa dalam memperoleh kesempatan belajar.
  3. Apa yang sekarang diimplementasikan merupakan upaya mencari formula terbaik dalam implementasi kurikulum 2013, sehingga apabila terdapat kendala dan masalah di lapangan sudah menjadi pemafhuman untuk dicarikan solusi terbaik.akhirnya ketika tahun 2016 diberlakukan secara nasional, dapat dilaksanakan dengan upaya terbaik hasil koreksi dan perbaikan sepanjang 3 tahun di sekolah sasaran.
Bravo Pendidikan Berkemajuan di Indonesia.
Saran, masukan dan pertanyaan dapat dialamatkan ke gswahyudi@gmail.com, atau 1get1team@gmail.com
Semangat membelajarkan Kurikulum 2013 menuju insan Indonesia Cerdas dan Bermartabat....

6 Desember 2012

Guru Masa Depan dan Menjelang Implementasi Kurikulum 2013


Sebuah tulisan yang dapat menjadi inspirasi kita. Guru adalah murid juga. Murid dalam kehidupan. Maka guru harus selalu belajar terus-menerus dan berkesinambungan sehingga bisa memberikan pencerahan, pengajaran kreatif, dan masukan-masukan yang lebih baik kepada siswa dari generasi ke generasi.
 

Mari berdoa dan berharap agar kita mau belajar terus menerus, tidak merasa dipaksa dan harus berdasarkan kesadaran diri sendiri, dan bukan karena motivasi insentif sertifikasi.
 

Guru sebagai pendidik melaksanakan tugas KeTuhanan, sehingga jika guru mampu melaksnakan tugas dengan baik maka berarti telah menjadi “tangan” Tuhan.
Semoga kita diberikan kesehatan, rezeki yang bermanfaat dan pengetahuan yang bermanfaat agar bisa terus menerus mengajar dan mengajar hingga akhir hayat.


Menjadi Guru yang Cinta Profesi, yakni guru yang dapat:

  1. Memberikan pencerahan pd peserta didik
  2. Berpikir scr kritis dan kreatif
  3. Memiliki jiwa enterpreneur
  4. Memberikan alternatif solusi terhadap problem-problem yg dihadapi peserta didik  
Pengembangan Kurikulum 2013 ~ Tematik-Integratif (Jenjang Sekolah Dasar)
  1. Kita diundang untuk ikut memberikan masukan dalam Uji Publik Implementasi Kurikulum 2013 dengan mengunjungi Link Website Kurikulum
  2. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan.
  3. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran (Inquiry Based Learning)

  4. Draft Kurikulum untuk siswa SD akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran, yaitu
    • Pendidikan Agama,
    • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
    • Bahasa Indonesia,
    • Matematika,
    • Mulok - Seni Budaya, dan
    • Mulok - Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
       
  5. Kurikulum berbasis sains.
  6. Kurikulum 2013 untuk SD, bersifat tematik integratif. Mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran (IPA dan IPS  diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran). Sehingga tidak lagi diorientasikan pada hafalan-hafalan 
  7. IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika
  8. IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan PPKN.
  9. Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. 
  10. Proses pembelajaran menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis tes dan portofolio saling melengkapi
  11. obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013: menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya 
  12. diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik

  13. Alokasi waktu per jam pelajaran dan jumlah jam pelajaran per minggu
    • SD = 35 menit, dengan;
      Kelas I = 30 jam, kelas II= 32 jam, kelas III=34 jam, kelas IV, V,VI=36 jam
      perminggu
    • SMP = 40 menit, dengan 38 jam perminggu
    • SMA = 45 menit, dengan 39 jam perminggu 

    Disarikan dari berbagai sumber, hingga November 2012

    Bravo Guru Indonesia yang berkemajuan menyongsong pembelajaran generasi abad 21.