19 Oktober 2010

Pelajaran tentang Kasih Sayang



Sebuah tulisan dari millis alcob Indonesia, kiriman dari bunda Lestyani Yuniarsih, dimana beliau juga dikirim dari teman millis. Saya membaca tulisan ini dengan tanpa sadar meneteskan air mata. Terima kasih Bu Lies dan sumber terdahulu, telah berbagi dengan kami. Cerita ini saya bagi lagi dengan pembaca blog sekalian...
 
Lestyani says:" Dear all. Dari milis teman, layak dibaca sbg reminder.. agar anak tdk selalu jadi good listener.. , tapi spy balance.. orang tua jg hrs bisa jd good listener dari suara hati si buah hati tercinta... Salam untuk orang2 tercinta di rumah.."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Malaikat kecilku, tolong ajari aku tentang sebuah KASIH
Sebuah cerita yang sangat mengharukan.. betapa Kasih Sayang dari seorang sahabat kecil ditunjukkan dengan sebuah empati tulus dan pengorbanan..

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata: “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata: “Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta…” agak ragu2 sejenak… “….akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku? ”

Aku menjawab: “Oh, pasti sayang”.

Sindu: “Betul ayah?”

“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan. Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu: “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya..

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!

Istriku spontan berkata: “Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!”

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: “Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya: - “Tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain.”

Aku coba memohon kepada Sindu: - “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!”

Sindu, dengan menangis, berkata: - “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku: - “Janji kita harus ditepati..”

Secara serentak istri dan ibuku berkata: - “Apakah aku sudah gila?”

Aku: “Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak: “Sindu, tolong tunggu saya.”

Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata: “Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.”

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya: “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya, saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih!

Sumber: unknown
 
Thanks for all

11 Oktober 2010

Cara konfigurasi pegaturan komentar di blogspot?

Sebuah tulisan dari Pak Shamsu menjadi jawaban pertanyaan...

Terima kasih Pak Shamsu..., Tulisan lengkap ada di blog Pak Shamsu
Pada topik kali ini, kita akan membahas cara konfigurasi setting/ pengaturan komentar di blogger/blogspot. Komentar memiliki peranan penting dalam menjalankan aktivitas blogging, memberi/membalas komentar adalah hal paling penting dalam berkomunikasi dengan para pembaca blog kamu. Mereka para pembaca blog bisa berdialog antar penulis atau pembaca lainnya lewat kolom komentar. Tergantung apa yang kamu tulis pada postingan kamu, setiap komentar yang masuk baik komentar positive atau negative adalah sebuah respon dan sebuah apresiasi pembaca tentang tulisan yang dibacanya. Jadi, mengatur komentar adalah hal yang wajib dilakukan agar kiranya komentar dapat ter-urus dengan baik.

Sebelum kita mulai untuk meng-konfigurasi komentar kita, pastikan kamu telah:
1. Login/Masuk ke akun blog kamu.
2. Setelah masuk ke halaman Dashboard, klik >> Pengaturan.
3. Pada tab (bagian pengaturan) klik >> Komentar.
Photobucket

*Klik pada gambar untuk memperbesar!
1. Komentar: maka pilih saja ‘Tampilkan’.

2. Siapa yang Bisa Berkomentar?

3. Penempatan Formulir Komentar.

4. Default Komentar Untuk Entri.

*Bila kamu pada langkah sebelumnya yaitu 1.Komentar memilih untuk Menampilkan Komentar maka kamu pilih saja ‘Entri Baru memiliki komentar’. Tetapi bila pada langkah 1.Komentar kamu memilih untuk tidak menampilkan komentar maka kamu pilih saja ‘Entri Baru Tidak Memiliki Komentar’.

5. Link Balik.
Pilih saja ‘Tampilkan’ untuk menampilkan, pilih ‘Sembunyikan’ jika tidak ingin ditampilkan.

6. Default link balik untuk posting.

7. Format Timestamp Komentar:
Setiap komentar yang masuk ke posting kamu, maka waktu kapan si pemberi komentar meninggalkan komentarnya akan tertera di atas komentarnya.

8. Pesan Formulir Komentar.
Pada bidang ini, kamu bisa memberikan pesan kepada orang yang ingin berkomentar. Pesan ini akan muncul langsung diatas formulir komentar. Untuk membuat pesan ini, tulis isi pesan kamu dikotak penulisan yang ada disebelah kanan. Contoh umum yang biasa saya isi adalah: “Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – TC > Agung Keren. Kamu bisa membuat pesan kamu sendiri dengan kata-kata yang unik dan lucu, pastinya membuat senang orang yang akan memberikan komentar.

9. Moderasi Komentar.
Pada bidang ini, kamu dapat memilih apakah setiap orang meninggalkan komentar harus kamu moderasikan atau tidak.

10. Tampilkan verifikasi kata untuk komentar?
Pada bidang ini, kamu bisa mengatur apakah orang yang berkomentar setelah mengisi formulir komentar, orang tersebut bisa langsung mengirimnya atau harus melakukan verifikasi lagi dengan memasukkan nomor acak/captcha terlebih dahulu.

11. Tampilkan Gambar Profil dalam Komentar?
Ini adalah pilihan, apakah komentar yang masuk akan menampilkan gambar sipembuat komentar atau tidak.

12. Email Pemberitahuan Komentar.
Pada bidang ini kamu bisa memasukkan alamat e-mail hingga 10 alamat e-mail yang mana ini akan memberitahukan setiap kali orang meninggalkan pesan/komentarnya.

Klik tombol >> “SIMPAN SETELAN” untuk menyimpan seluruh setelan/pengaturan yang telah kamu buat di Pengaturan>Komentar. Bila tidak kamu klik, maka apapun perubahan yang telah dibuat tidak akan di simpan alias kembali ke setelan sebelumnya.

That's enough, thanks Mr. Shamsu in http://samsoe.blogdetik.com/2009/08/17/cara-konfigurasi-pegaturan-komentar-di-blogspot/

5 Oktober 2010

Pembelajaran PAKEMI/PAIKEM SD

Hasil kegiatan Workshop Pengimbasan / On Service Learning oleh Pengawas Bina (Pak Zainullah dan Pak Totok)

Pembelajaran bernuansa PAIKEM/PAKEMI telah lama di sosialisasikan dan diimplementasikan. Namun dalam pelaksanaannya di sekolah tidak jarang, maaf ada guru yang belum menerapkan. Hal ini mungkin disebabkan guru mempunyai beberapa alasan, diantaranya; merasa ruang belajar di kelas tdk memungkinkan menggunakan metode PAKEMI karena jumlah siswa yang terlalu banyak dan bangku yang berhimpitan, atau mungkin guru merasa dg penerapan metode tersebut materi tidak dapat tersampaikan maksimal, atau mungkin guru merasa ada keterbatasan alat penunjang/ media pembelajaran di sekolah, mengganggu kelas sebelah karena cenderung ramai, dan lain-lain.
Padahal apabila diperhatikan dari kaca mata siswa, siswa merasa lebih termotivasi dan semangat dalam proses pembelajaran. Meski, memang tidak dapat dipungkiri siswa cenderung ramai atau riuh selama pembelajaran. Tapi ramai/riunya dalam rangka belajar.

Berangkat dari kondisi riil di atas, sepertinya selalu diperlukan upaya penyegaran dan pengembangan penerapan pembelajaran yang bernuansa PAKEMI/PAIKEM. Kegiatan sejenis Workshop Pengimbasan diharapkan dapat memacu kembali semangat kita untuk lebih semangat membelajarkan siswa. Berdasarkan kegiatan pengimbasan di sekolah, kita diingatkan kembali tentang apa, bagaimana, dan mengapa PAKEMI! Kemudian kita diingatkan kembali tentang teknik penyusunan silabus dan RPP, seperti berikut:
  1. Contoh format Silabus
SILABUS
NAMA SEKOLAH             : . . . . . . . . . . . . . . . . . .
MATA PELAJARAN        : . . . . . . . . . . . . . . . . . .
KELAS/SEMESTER        : . . . /. . .
ALOKASI WAKTU           : . . . JAM PELAJARAN



S K

K D
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
INDIKATOR
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER
Tuliskan standar kompetensi dari KD yang dibuat silabusnya.

Penulisannya bisa di atas KD, bisa di dalam kolom (di samping KD).

Tuliskan KD yang dibuat silabusnya.
Ditulis kata benda atau kata yang dibendakan sesuai dengan KD dan indikator.

1.    Berfokus pada siswa.
2.    Siswa aktif.
3.    Merupakan pengalaman belajar.
4.    Merupakan langkah-langkah untuk mencapai indikator dan KD.
5.    Jumlah langkahnya minimal sama dengan jumlah indikator.

1.  Merupa-kan penja-baran dari KD.
2.  Menggunakan kata kerja operasi-onal.


1.    Ditulis bentuk/ teknik/ jenis penilaian
2.    Untuk mengu-kur indika-tor dan KD.
Contoh:
Tes (tulis, lisan, kinerja)
5 soal PG
(terlampir di RPP)

Nontes
Sklala Sikap


Ditulis alokasi waktu untuk masing-masing KD.



Ditulis media cetak/ elektro-nika/ lingkungan yang sesuai dengan KD.





























2. Adapun contoh format RPP seperti berikut:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN     :
KELAS/SEMESTER     :
ALOKASI WAKTU        :   Jam Pelajaran


STANDAR KOMPETENSI:
Tuliskan SK sesuai dengan KD RPP berikut. (Sesuai silabus)

KOMPETENSI DASAR:
Tuliskan KD yang dibuat RPP berikut. (Sesuai silabus)
           
INDIKATOR:
Tuliskan indikator dari KD tersebut. (Sesuai silabus)
TUJUAN PEMBELAJARAN:
·         Tuliskan tujuan pembelajaran berdasarkan KD/Indikator tersebut.
·         Alternatif:
  1. merupakan rincian dari indikator;
  2. beberapa indikator menjadi satu tujuan;
  3. seluruh indikator menjadi satu tujuan;
  4. sama dengan indikator.

MATERI PEMBELAJARAN:
·         Tuliskan kata benda atau kata yang dibendakan sesuai dengan KD dan indikator.
·         Ditulis lebih rinci bila dibandingkan dengan silabus.
·         Bila materi berupa bacaan, bisa dituliskan judul dan sumber bacaan tersebut.

METODE PEMBELAJARAN:
Tuliskan metode yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
·         Ditulis per-pertemuan.
·         Setiap pertemuan terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
·         Setiap kegiatan dirinci, lebih rinci dari pada silabus.
·         Merupakan langkah-langkah untuk mencapai indikator dan KD.
·         Berfokus pada siswa.
·         Siswa aktif.
·         Merupakan pengalaman belajar.
·         Bervariasi (pendekatan, metode, strategi, materi)
·         Ada keseimbangan empat keterampilan berbahasa, minimal muncul tiga aspek dan keterpaduan dengan unsur kesastraan atau kebahasaan. (Khusus Bahasa Indonesia).


A.     Kegiatan Pendahuluan:
  • Ada kegiatan guru untuk menggugah skemata siswa.
  • Ada kegiatan guru untuk memotivasi siswa.
  • Ada kegiatan guru untuk menginformasikan tujuan pembelajaran.
B.    Kegiatan Inti:
·        Berfokus pada siswa, jadi siswa aktif.
·        Merupakan pengalaman belajar.
·        Rinci dan sistematis.
·        Langkah-langkah untuk mencapai indikator dan KD.
·        Khusus mata pelajaran BI: ada keseimbangan empat aspek keterampilan berbahasa dan keterpaduan dengan komponen kebahasaan dan kesastraan.
C.    Kegiatan Penutup:
  • Ada kegiatan refleksi.
  • Ada kegiatan simpulan (hasil pembelajaran).
  • Ada kegiatan pengayaan (terhadap indikator/KD yang dipelajari), misalnya dengan memberikan tugas atau PR yang berkaitan dengan indikator atau KD yang dipelajari.

ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR
  1. Alat/Bahan:
Tuliskan alat atau bahan yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai indikator atau KD tersebut. Misalnya: TV, radio, tape recorder, teks (puisi, prosa, drama). IPA: mikroskop = alat, cairan = bahan.
  1. Sumber Belajar:
·         Tuliskan sumber belajar yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai indikator atau KD tersebut. Misalnya: media cetak (buku, majalah, koran, buletin, tabloit, dll.); media elektronika (radio, televisi, internet); media lingkungan (taman, pasar, dll.), narasumber (polisi, guru, dokter, dll.)
·         Data sumber ditulis lebih lengkap bila dibandingkan dalam silabus.

PENILAIAN
A.     Tes atau nontes
·         Tuliskan jenis dan bentuk tes yang akan dilakukan sesuai indikator dan KD.
·         Misalnya: tes tulis 5 soal PG dan 2 soal uraian, tes lisan, tes kinerja, dst. Atau: nontes, skala sikap.
B.    Soal/Tugas
·         Tuliskan soal tes untuk masing-masing tes yang akan dilakukan.
·         Tuliskan juga tugas untuk soal kinerja atau portofolio.
C.    Kunci/Alternatif Jawaban
·         Tuliskan kunci jawaban untuk masing-masing soal tes.
·         Bila jawabannya merupakan alternatif, tuliskan juga contoh jawaban sebagai alternatif jawaban.
D.    Skor dan Rubrik
·         Skor: ditulis untuk soal yang jawabanya sudah pasti.
·         Rubrik: dibuat untuk soal atau tugas yang jawabannya merupakan alternatif.

Pedoman Pengamatan Kelompok:
Dibuat bila kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi.



Thanks a lot to both Mr. Zainullah and Mr. Totok Supriyanto
We hope can always share about teaching and learning improvement!

Semoga melalui penyegaran-penyegaran seperti itu, Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan dan Inovatif (PAKEMI) dapat ditumbuhkembangkan demi kemajuan pembelajaran di Indonesia.

28 September 2010

Fase Perkembangan Anak Usia Sekolah

Saya tertarik dg sebuah tulisan dalam karya tulis Dian Setyowati  menurut Syamsu Yusuf  2008) dalam bukunya Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja menuliskan tentang karakteristik fase perkembangan usia sekolah dibagi menjadi:
a.    Perkembangan intelektual
     Pada usia sekolah dasar (6-12 tahun) anak sudah dapat mereaksikan rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif (seperti: membaca, menulis, dan berhitung). Periode ini ditandai dengan tiga kemampuan baru, yaitu mengklasifikasikan (mengelompokkan), menyusun, atau mengasosiasikan (menghubungkan atau menghitung) angka atau bilangan. Pada akhir masa ini anak sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sederhana.

b.    Perkembangan bahasa
     Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan  orang lain. Dengan bahasa, semua manusia dapat mengenal dirinya, sesama manusia, alam sekitar, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai moral atau agama. Usia sekolah merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaraan kata. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu sebagai berikut:
1)        Proses jadi matang, organ-organ suara pada anak sudah berfungsi dengan baik untuk berkata-kata.
2)        Proses belajar, bahwa anak yang telah matang untuk berbicara kemudian mempelajari bahasa orang lain dengan jalan mengimitasi atau meniru ucapan/kata-kata yang didengarnya.

c.    Perkembangan sosial
     Perkembangan sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Perkembangan sosial pada anak usia sekolah ditandai dengan adanya perluasan hubungan, disamping dengan keluarga, mereka mulai membentuk ikatan dengan teman sebaya.

d.    Perkembangan emosi
     Menginjak usia sekolah anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima di masyarakat. Mereka mulai belajar mengendalikan dan mengontrol ekspresi emosinya. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak malaui peniruan dan latihan (kebiasaan). Emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tingkah laku individu.

e.    Perkembangan moral
     Anak mulai mengenal konsep moral dari lingkungan keluarga. Usaha menanamkan konsep moral sejak usia dini merupakan hal yang seharusnya, karena informasi yang diterima anak mengenai benar-salah atau baik-buruk akan menjadi pedoman pada tingkah lakunya di kemudian hari.

f.      Perkembangan motorik
     Seiring dengan perkembangan fisiknya yang beranjak matang, maka perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakan sudah sesuai dengan kebutuhan atau minat. Perkembangan fisik yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran proses belajar, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu perkembangan motorik sangat menunjang keberhasilan belajar peserta didik.

Terima kasih Mbak Dian Setyowati. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat!

23 September 2010

Motivasi Diri

Salam Pembaca yang Budiman,
Saya menyadari bahwa ternyata sebelum kita mempunyai motivasi internal atau dari dalam diri kita sendiri, kita belum bisa merasakan keindahan perjuangan (belajar dan bekerja). Belajar dan bekerja itu indah apabila kita dapat menikmatinya. Kita dapat menikmatinya, apabila kita dapat menumbuhkan rasa syukur terdalam terhadap pemberian Tuhan dan telah mempunyai motivasi internal.
  • Tuhan telah memberikan tak terhingga nikmat kepada kita, mulai kita bangun tidur, mata dapat membuka/menutup, telinga dapat mendengar, lidah dapat mengecap rasa, kulit dapat merasakan, hidung dapat mencium dan menghirup napas, jantung tetap berdetak, darah tetap mengalir, otak terus bekerja, dan seterusnya, hingga kita beraktivitas (belajar-bekerja), hingga kita tidur lagi, selama kita tidur, dan bahkan tidur itu sendiri, dan sebagainya yang tidak mungkin dapat kita sebut satu persatu. Semua itu bagian dari nikmat dari Tuhan untuk kita.
  • Setelah kita sadari itu, kita berusaha mewujudkan rasa syukur itu dalam perilaku kehidupan dengan berusaha untuk berbuat lebih baik. Ada ungkapan bahwa kita bukan orang ideal, tapi kita dapat berusaha mewujudkan diri kita menjadi lebih baik. Seperti halnya orang di sekitar kita, kita beranggapan bahwa kita tidak bisa menuntut orang lain ideal/sempurna seperti yang kita harapkan, tetapi kita selalu dapat sinergi bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik secara bersama.
  • Motivasi dapat dibangkitkan apabila kita telah memiliki goal/tujuan yang jelas. Setelah tujuan jelas, kita gambarkan apa yang kita rasakan apabila tujuan itu telah tercapai atau konsekuensi apabila tujuan tidak tercapai. Setelah gambaran itu jelas, kita rancang rencana dan usaha keras agar tujuan itu dapat tercapai dengan semangat dan harapan tetap di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum, apabila kaum itu tidak berusaha untuk mengubahnya.
  • Apapun hasil dari semua perjuangan dan usaha keras, kita kembalikan kepada Tuhan bahwa itu hasil terbaik yang diberikan Tuhan untuk kita. Kita tetap semangat untuk berusaha menjadi lebih baik lagi.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk saya sendiri dan bagi pembaca yang berkenan.
Di samping juga ada beberapa file berkaitan motivasi, yang saya dapatkan dari beberapa nara sumber. Semoga semua sumber berkenan, dan menjadi ilmu yang manfaat untuk kita.
Terima kasih dan Mohon Maaf.

Wassalam

19 Agustus 2010

Pendidikan Karakter di Pendidikan Dasar, MUTLAK!

RENUNGAN DI USIA 65 TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010

Pembaca yang budiman.... Belakangan kita sering mendengar, membaca, mengikuti acara yang bertajuk pendidikan karakter. Bahkan Menteri Pendidikan Nasional melalui Bapak Mohammad Nuh telah menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa.  Memang jika kita lihat dan cermati banyak kejadian di negara, kota, sekolah, atau kampung kita belakangan ini, telah banyak yang manyimpang dari karakter luhur Bangsa Indonesia. Dalam tulisan Bapak Qomari Anwar disebutkan bahwa karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini, karena usia dini merupakan masa emas namun kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Lebih lanjut dituliskan menurut Thomas Lickona, "ada sepuluh tanda kehancuran jaman, yaitu:
  1. meningkatnya kekerasan di kalangan masyarakat
  2. penggunaan bahasa dan kata-kata yang buruk/tidak baku
  3. menguatnya pengaruh peer-group (genk) dalam tindak kekerasan
  4. meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol,
  5. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk
  6. menurunnya etos kerja
  7. semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
  8. rendahnya tanggung jawab individu dan kelompok
  9. membudayanya kebohongan/ ketidakjujuran
  10. adanya rasa saling curiga dan kebencian antar sesama
Berdasarkan tanda-tanda di atas, yang juga sudah mulai kita rasakan. Maka marilah kita introspeksi dan mawas diri dengan upaya maksimal agar hal-hal di atas dapat diminimalisir. Sehingga, sudah seharusnya kita gali dan terapkan kembali pembudayaan karakter-karakter unggul bagi anak-anak kita!
Karakter tersebut antara lain, (menurut Dr. Sukamto):
  1. kejujuran
  2. loyalitas dan dapat diandalkan
  3. hormat
  4. cinta
  5. ketidak-egoisan dan sensitifitas
  6. baik hati dan pertemanan
  7. keberanian
  8. kedamian
  9. mandiri dan potensial
  10. disiplin diri dan moderasi
  11. kesetiaan dan kemurnian
  12. keadilan dan kasih sayang
Atau dapat ditunjukkan melalui 9 Indikator Pendidikan Karakter, yaitu:
  1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNYA
  2. Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian
  3. Kejujuran/Amanah dan arif
  4. Hormat dan Santun
  5. Dermawan, suka menolong dan gotong royong/kerja sama
  6. Percaya diri, kreatif dan Pekerja keras
  7. Kepemimpinan dan keadilan
  8. Baik dan rendah hati
  9. Toleransi, kedamaian dan kesatuan
Apa yang harus kita lakukan sebagai guru/pendidik?
---Kita harus merubah sikap/kepribadian menjadi lebih baik dan profesional sehingga dapat memberikan manfaat besar dalam mencerdaskan bangsa.

Untuk mewujudkan semua itu, ada 4 hal yang menunjang perilaku berkarakter yang komprehensif, yaitu:
  1. Olah pikir / kecerdasan intelektual
  2. Olah hati / spiritual / religi
  3. Olah rasa dan karsa / sosial / mandiri
  4. Olah raga / moderat
Marilah bertekad untuk lebih meningkatkan kualitas kepribadian dan profesionalisme kita, agar bangsa dan negara Republik Indonesia yang kita cintai ini menjadi lebih aman, nyaman, damai dan sejahtera! Kita berusaha semaksimal usaha kita untuk membumikan karakter positif dalam hidup dan kehidupan di manapun kita berada!

Jayalah Indonesia...
Dirgahayu ke-65 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

18 Mei 2010

Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar???

Salam kepada para pembaca!

Bulan Mei - Juni di sekolah manapun selalu disibukkan dengan kegiatan ujian-ujian. tak terkecuali sekolah dasar. Ketika masa ujian telah datang, saya merenungi tentang proses pembelajaran yang telah berjalan. Muncul pertanyaan "Apakah penilaian melalui ujian yang dilaksanakan sekarang telah mewakili proses pembelajaran yang sudah berlangsung?". "Apakah proses ujian yang sekarang telah mewakili kemampuan belajar yang harus dikuasai anak?". "Apakah model penilaian dan alat penilaian yang ada, telah sesuai dengan standar penilaian pendidikan?"

Semoga ke depan kita dapat membelajarkan anak2 dengan baik sesuai dengan standar nasional pendidikan yang diamanatkan Undang-undang.

Nah, mengingat saat ini saya di pendidikan dasar terutama SD, maka saya mempunyai uneg-uneg tentang pembelajaran di SD dengan semangat berkemajuan gitu....
Jika segala daya dukung sekolah optimal, pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai macam metode (sejauh keterbatasan pengetahuan saya); diantaranya...
  1. Pembelajaran langsung yaitu dengan melibatkan siswa dengan proses pembelajaran dengan media dan sarana asli. misalnya mengajak siswa bertanam biji tumbuhan jika mempelajari materi pertumbuhan dan perkembangbiakan tumbuhan, mengajak siswa belanja di pasar tradisional atau modern untuk materi pasar, dll
  2. Pembelajaran berdasarkan masalah (PBM/PBL) yaitu dengan mengangkat masalah yang terjadi di lingkungan sekolah sebagai salah satu bahan pembelajaran untuk dibahas dan didiskusikan dalam kelas/luar kelas, misalnya berita tentang bencana alam sebagai tema pembahasan, dll
  3. Pembelajaran Berbantuan Komputer (Computer Assisted Learning) atau ICT Integrated Learning yaitu dengan memanfaatkan dan menggunakan media ICT dalam proses pembelajaran, misalnya dengan pembelajaran menggunakan CD/DVD, powerpoint atau berbasis web dan internet. Tentunya untuk melaksanakan metode ini, sekolah sudah memiliki segala perangkat penunjangnya, misalnya CD/DVD player yang terhubung ke LCD atau TV, Komputer atau laptop yang terhubung LCD atau bahkan telah terkoneksi ke internet baik melalui LAN maupun wifi
  4. Pembelajaran dari praktisi yaitu dengan melibatkan orang tua/masyarakat atau dunia usaha untuk membelajarkan bidang yang diampu kepada siswa. Misalnya orang tua yang dokter menjelaskan ilmu kedokteran kepada siswa, dll.
  5. ...
Tentunya metode-metode tersebut dapat diterapkan dengan mengkombinasikan dengan metode yang biasa dilakukan.

Mungkin Pembaca mempunyai saran untuk melengkapi tulisan ini, dipersilakan!!!
Thanks a lot. Thanks too for another suitable web

Bersambung

16 Februari 2010

Latihan Soal Online dari invir.com

Beberapa latihan soal Ujian dapat diakses di sumber ini loh! kayaknya sangat membantu deh, soal untuk jenjang SD, SMP/MTs, dan SMA/MA. Misalnya:

Sekolah Dasar (SD)
- Tahun 2008: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN
- Tahun 2007: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
- Tahun 2006: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
- Tahun 2005: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Tahun 2008: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN
- Tahun 2007: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN
- Tahun 2006: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN
- Tahun 2005: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Sumber http://www.invir.com/
Thanks a lot!

Program PKP berbasis Zonasi

Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi Dalam beberapa bulan terakhir, banyak guru dari SD dan SMP yg mengikuti Peningkatan K...